Posting Terbaru

Etika Kepada Orang Tua, Orang Muda dan Orang Alim

/ 22.39
الحديث الثالث والثلاتون
فِى إِجْلَالِ اْلكَبِيْرِ وَرَحْمَةِ الصَّغِيْرَ وَمَعْرِفَةِ حَقِّ الْعَالِمِ
عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ  اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ    قَالَ : (لَيْسَ مِنْ اُمَّتِى مَنْ لَمْ يُجِلَّ كَبِيْرَنَا وَيَرْحَمْ صَغِيْرَنَا وَيَعْرِفْ لِعَا لِمِنَا حَقَّهُ )
Etika Kepada Orang Tua, Orang Muda dan Orang Alim
Diriwayatkan dari Ubadah bin Shamit Rhadiyallohu anh bahwa Rosululloh Shoallohu Alaihi Wasallam bersabda : Bukanlah termasuk dari umatku orang yang tidak menghormati yang lebih tua, tidak mengasihi yang lebih muda dan tidak tahu hak orang alim﴿.
            Tidak apa-apa memiliki nama yang berbeda tetapi mempunyai dzauq, bukan termasuk orang-orang yang mengamalkan kami yang mengikuti syara’, bukan orang-orang yang mendapat petunjuk kalau kami tidak melaksanakan.
ليس على ديننا يديدانه خوج من ض ع من فروع الدين المسلم بين حاله ومقامه
Muslim itu diantara hal dan maqomnya.
حسن الضان با لمسلمين                                                               معضان بالمسلمين
Mernghormati orang yang lebih tua adalah termasuk sebagian dari akhlaq islam.
لما حض الله به من السبق فى الوجودوتجر به الامورا
Dia lebih dulu hidupnya dan tak perlu merasakan pahit asinnya kehidupan. Kebaktian anak pada orang tua belum sedikitpun bisa membalas budi pekerti pada orang tua.  Saran Rosul apabila ada ليس منا  itu berarti berharap agar semakin mengerti agama islam.
مامن شاب اكرم شيخا لسنه الاقيض الله له من يكرمه سنه
Ketika seorang anak pada saat mudanya menghormati orang tuanya maka kelak ia menjadi orang tua ia akan dihormati oleh anak-anaknya. Akan tetapi, apabila pada saat mudanya tidak menghormati orang tuanya kelak ia menjadi orang tua ia tidak dihormati oleh anaknya. “Loman adalah yang menjadikan lancar dan barokah dalam hidup”.
الحزءمن حفزالعمل
Kalau sifat kasih sayang makan diberi. Retorika pada orang dakwah untuk mencari simpati pada orang lain.
......فانك اذا فعلت بجع سعيك  وساجدك
            Memberikan hak pada orang tua lebih diutamakan. Mencintai orang karena ilmunya. Doa untuk menjaga diri dari mara bahaya :
اَللّٰلهُمَّ اِنِّى اَسْأَلُكَ وَاقِيَةً حَوَاقِيَةِ الْوَلِيْدَ  
Ya Alloh aku minta penjagaan dari mara bahaya seperti penjagaan anak kecil
عرمة الصي فى صغره زبارة فى مقله فى كيرة
Kenakalan anak kecil diwaktu kecil adalah akan menambah akalnya pada waktu besar. kenakalan anak kecil diwaktu kecil itu adalah tidak apa-apa. Karena dengan kenakalan akan menambah kecerdasan dan anak kecil pasti memiliki sifat manja, karena itu sudah bawaan.
            Ketika melihat orang yang alim adalah kita melihat pada ilmunya dan karena ketakwaan kepada Alloh SWT. sopan santun terhadap majelis nabi (menghormati majelis ilmu) Al-Mujadalah ayat 11
النبوه
العلم
اذااتاكم يم قوم فاكرموه  (روه الطبرنى)
Kalau datang dari kalian seorang tokoh maka utamakanlah. Syafaat akan diberika pada orang-orang yang sholeh


Taklim : Jalaul Afkar

Oleh : Fatih Wahyul Qoyyum Ummu Tsiqoh



Etika Kepada Orang Tua, Orang Muda dan Orang Alim
sman1utan.sch.id
الحديث الثالث والثلاتون
فِى إِجْلَالِ اْلكَبِيْرِ وَرَحْمَةِ الصَّغِيْرَ وَمَعْرِفَةِ حَقِّ الْعَالِمِ
عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ  اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ    قَالَ : (لَيْسَ مِنْ اُمَّتِى مَنْ لَمْ يُجِلَّ كَبِيْرَنَا وَيَرْحَمْ صَغِيْرَنَا وَيَعْرِفْ لِعَا لِمِنَا حَقَّهُ )
Etika Kepada Orang Tua, Orang Muda dan Orang Alim
Diriwayatkan dari Ubadah bin Shamit Rhadiyallohu anh bahwa Rosululloh Shoallohu Alaihi Wasallam bersabda : Bukanlah termasuk dari umatku orang yang tidak menghormati yang lebih tua, tidak mengasihi yang lebih muda dan tidak tahu hak orang alim﴿.
            Tidak apa-apa memiliki nama yang berbeda tetapi mempunyai dzauq, bukan termasuk orang-orang yang mengamalkan kami yang mengikuti syara’, bukan orang-orang yang mendapat petunjuk kalau kami tidak melaksanakan.
ليس على ديننا يديدانه خوج من ض ع من فروع الدين المسلم بين حاله ومقامه
Muslim itu diantara hal dan maqomnya.
حسن الضان با لمسلمين                                                               معضان بالمسلمين
Mernghormati orang yang lebih tua adalah termasuk sebagian dari akhlaq islam.
لما حض الله به من السبق فى الوجودوتجر به الامورا
Dia lebih dulu hidupnya dan tak perlu merasakan pahit asinnya kehidupan. Kebaktian anak pada orang tua belum sedikitpun bisa membalas budi pekerti pada orang tua.  Saran Rosul apabila ada ليس منا  itu berarti berharap agar semakin mengerti agama islam.
مامن شاب اكرم شيخا لسنه الاقيض الله له من يكرمه سنه
Ketika seorang anak pada saat mudanya menghormati orang tuanya maka kelak ia menjadi orang tua ia akan dihormati oleh anak-anaknya. Akan tetapi, apabila pada saat mudanya tidak menghormati orang tuanya kelak ia menjadi orang tua ia tidak dihormati oleh anaknya. “Loman adalah yang menjadikan lancar dan barokah dalam hidup”.
الحزءمن حفزالعمل
Kalau sifat kasih sayang makan diberi. Retorika pada orang dakwah untuk mencari simpati pada orang lain.
......فانك اذا فعلت بجع سعيك  وساجدك
            Memberikan hak pada orang tua lebih diutamakan. Mencintai orang karena ilmunya. Doa untuk menjaga diri dari mara bahaya :
اَللّٰلهُمَّ اِنِّى اَسْأَلُكَ وَاقِيَةً حَوَاقِيَةِ الْوَلِيْدَ  
Ya Alloh aku minta penjagaan dari mara bahaya seperti penjagaan anak kecil
عرمة الصي فى صغره زبارة فى مقله فى كيرة
Kenakalan anak kecil diwaktu kecil adalah akan menambah akalnya pada waktu besar. kenakalan anak kecil diwaktu kecil itu adalah tidak apa-apa. Karena dengan kenakalan akan menambah kecerdasan dan anak kecil pasti memiliki sifat manja, karena itu sudah bawaan.
            Ketika melihat orang yang alim adalah kita melihat pada ilmunya dan karena ketakwaan kepada Alloh SWT. sopan santun terhadap majelis nabi (menghormati majelis ilmu) Al-Mujadalah ayat 11
النبوه
العلم
اذااتاكم يم قوم فاكرموه  (روه الطبرنى)
Kalau datang dari kalian seorang tokoh maka utamakanlah. Syafaat akan diberika pada orang-orang yang sholeh


Taklim : Jalaul Afkar

Oleh : Fatih Wahyul Qoyyum Ummu Tsiqoh



Etika Kepada Orang Tua, Orang Muda dan Orang Alim
sman1utan.sch.id
Continue Reading
Menyampaikan materi hadits semestinya jangan di potong atau di ringkas. Sebab hal ini mengenai amanah ilmu. Dan sebaiknya mengambil hadits langsung dari kitab-kitab hadits bukan dari kitab dongeng. Dulu para ulama’ demikian hati-hati menjaga validitas hadits, sehingga semestinya kita juga berhati-hati memilih hadits-hadits untuk disampaikan dalam majlis ilmu atau khutbah. Sebab tak jarang pula para muballigh dan khotib menyampaikan sebuah kalam yang disebut sebagai hadits ternyata merupakan kalam ulama, apa lagi jika yang kita sampaikan berupa hadits maudlu. Bisa-bisa kita masuk dalam ancaman Rasulillah kepada orang-orang yang melancarkan kedustaan kepada beliau.
Etika Berdakwah
log.viva.co.id


Seorang dai berkah doa Rasulillah dalam menjaga validitas dalam menyampaikan hadits, ia akan mendapat kegemilangan.

Dalam kitab karya Abuya as Sayyid Muhammad yakni al Manhalul Lathif halaman 45. Abuya mengomentari hadits yang berkaitan dengan doa Rosulillah yang berbicara tentang menggeluti ilmu hadits sekaligus menyampaikannya dengan jujur ini, bahwa Rasulillah mendoakan dengan kehingar bingaran yang terkhusus dimiliki oleh umat ini saja, tidak berlaku bagi ummat lain. Sekiranya dalam menggeluti ilmu hadits, menjaga dan menyampaikannya dengan jujur tak memiliki faidah kecuali hanya beroleh doa Rasulillah ini, maka hal itu sudah cukup untuk mendapatkan faidah dan keberuntungan yang besar di dunia dan akhirat.

Bahwa al-Qur’an kalam Allah, merupakan risalah dari allah untuk seluruh hambanya. Baik yang iman atau yang tak beriman, Allah ingin berbicara dengan mereka dengan firman-Nya.


وَمِنْهُمْ مَنْ يَسْتَمِعُونَ إِلَيْكَ أَفَأَنْتَ تُسْمِعُ الصُّمَّ وَلَوْ كَانُوا لَا يَعْقِلُ نَ  ٤٢
Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkanmu. Apakah kamu dapat menjadikan orang-orang tuli itu mendengar walaupun mereka tidak mengerti. (QS. Yunus: 42)

وَالَّذِينَ اجْتَنَبُوا الطَّاغُوتَ أَنْ يَعْبُدُوهَا وَأَنَابُوا إِلَى اللَّهِ لَهُمُ الْبُشْرَى فَبَشِّرْ عِبَادِي (١٧) الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ أُولَئِكَ الَّذِينَ هَدَاهُمُ اللَّهُ وَأُولَئِكَ هُمْ أُولُو الألْبَابِ (١٨)
Dan orang-orang yang menjauhi Thaghut (yaitu) tidak menyembahnya dan kembali kepada Allah, mereka pantas mendapat berita gembira; sebab itu sampaikanlah kabar gembira itu kepada hamba- hamba-Ku (17). (yaitu) mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal sehat (18) (QS Az-Zumar. 17-18)

Untuk menyampaikan al-Qur’an dan hadits bagaimana melalui prosedur keilmuan. Jangan seperti orang sekarang yang pintar dalil. Kemarin masih tukang sulap, hari ini mengaku sebagai mufassir. Kemarin pelawak menjelma menjadi muballigh. Padahal yang mesantren puluhan tahun takut keliru dalam menyampaikan.

Sebagai santri harus hati-hati dalam menyampaikan hadits. Ada banyak kitab-kitab yang disusupi hadits palsu. Juga jangan sampai menyampaikan ayat al-Qur’an dengan penafsiran nalar.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " اللَّهُمَّ ارْحَمْ خُلَفَائِي , ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ، قِيلَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، وَمَنْ خُلَفَاؤُكَ ؟ قَالَ : الَّذِينَ يَأْتُونَ مِنْ بَعْدِي ، وَيَرْوُونَ أَحَادِيثِي , وَسُنَّتِي ، وَيُعَلِّمُونَهَا النَّاسَ "
Rasulillah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Ya Allah, kasih sayangi kholifah-kholifahku, tiga kali. Dikatakan: “ Ya Rasulallah, Siapa khalifah-khalifahmu?” Rasul menjawab: “ Mereka orang-orang yang ada setelahku, meriwayatkan hadits-haditsku, sunnahku, dan mengajarkannya kepada orang-orang.

Al-Qostholany berkata di muqoddimah kitab Irsyadussari selepas memaparkan hadits ini bahwa: Tidak diragukan lagi bahwa menyampaikan sunnah kepada kaum muslimin, menasehati mereka, merupakan bagian dari wazhifah para Nabi sholawatulloh wa salamuhu alaihim, maka sesiapa yang melakukan hal itu maka ia adalah khalifah bagi orang yang menyampaikan darinya. Dan Rasulallah mendoakan agar ia mendapatkan Rahmat dan menyebutnya sebagai khalifah. (Almanhalul latif 46).

Tashluhu hadzihil ummah bima yashluhu bihi awwaluha (malik), Bahwa Ummat ini ternilai baik dikala mereka membawa apa yang orang terdahulu ternilai baik dengannya. Mereka mengaku sebagai generasi salaf pengikut sahabat, sehingga menamakan diri sebagai Salafi. Padahal jika ditelisik, kita akan melihat bahwa mereka amat jauh dengan apa yang dilakukan oleh para sahabat.

Ciri khas sahabat yang di terangkan oleh Sufyan as-Sauri
- Luzumul jamaah, dengan sifat Ruhama’u baynahum terciptalah hal ini
- Ittibaussunnah, sebab mereka bersama Rasulillah secara langsung.
- Tilawatil Qur’an ( Membaca dan mengkaji al-Qur’an)
- al mudawamah ala dakwah
- al-Jihad fi sabilillah, sehingga mereka adalah Anshorullah.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :
يحمل هذا العلم من كل خلف عدوله ينفون عنه تحريف الغالين وتأويل الجاهلين وانتحال المبطلين قال فسبيل العلم ان يحمل عمن هذه سبيله ووصفه
”Ilmu (agama) ini akan dibawa oleh orang-orang terpercaya dari setiap generasi. Mereka akan meluruskan penyimpangan orang-orang yang melampaui batas, ta’wil orang-orang jahil, dan pemalsuan orang-orang bathil. Ilmu ini hanya layak disandang oleh orang-orang yang memiliki karakter dan sifat seperti itu” 

”Ilmu (agama) ini akan dibawa oleh orang-orang terpercaya dari setiap generasi. Mereka akan meluruskan penyimpangan orang-orang yang melampaui batas, ta’wil orang-orang jahil, dan pemalsuan orang-orang bathil. Ilmu ini hanya layak disandang oleh orang-orang yang memiliki karakter dan sifat seperti itu” [lihat Al-Jaami’ li-Akhlaqir-Raawi wa Adabis-Saami’ oleh Al-Khathib Al-Baghdadi 1/129 – shahih]

Diantara kitab-kitab yang dimaksud adalah:
-Kitab as-Syihab karya al Qudlo'i
-Kitab milik al-Hakim at Tirmidzi
-Kitab-kitabnya al-Waqidy seperti Futuhussyam
-Tafsir Ibnu Abbas
-Nuzhatul majalis wa muntakhobun nafais karya as Shofury
-Tanbihul ghofilin milik Abillays as Samarqandi
-Qurrotul uyun milik Abillays as Samarqandi
-Mufarrihul qolbil mahzun, ketiganya milik Abillays as Samarqandi
-Qoshosul anbiya milik as Tsa'laby
-Durrotun Nashihin karya al Khowbawi
-Badaiuzzuhur fi waqaiqidduhur karya Ibnu iyas
-ar-Raudl al faiq fil mawaidh warraqaiq karya al harifisy
-washoya al imam Ali.
Bahkan suatu saat Abi Ihya, salah seorang santri Abuya As-Sayyid Muhammad bin Alawy al Maliki, usai membeli Tafsir Ibn Abbas, diperlihatkan kepada Abuya, "Abuya, Kitab baru abuya, tafsirnya Ibnu Abbas" Dijawab Abuya, " Oh iya, kamu bakar saja!"
الحديث الثالث و الثلاثون
فِى إِجْلاَلِ الْكَبِيْرِ وَرَحْمَةِ الصَّغِيْرِ وَمِعْرِفَةِ حَقِّ الْعَالِمِ
عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِةِ رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ أَنَّ  رَسُوْلُ اللهِ   قَالَ :  ﴿لَيْسَ مِنْ أَمَّتِى مَنْ لَمْ يُجِلَّ كَبِيْرَنَا وَيَرْحَمُ صَغِيْرَنَا وَيَعْرِفْ لِعَا لِمِنَا حَقَّهُ
Hadits ke tiga puluh tiga
Etika kepada orang tua, orang muda, dan orang alim
            Diriwayatkan dari Ubadah bin Shamid Radhiyallohu anh bahwa Rosululloh  bersabda :  bukan termasuk dari umatku orang yang tidak menghormati yang lebih tua, tidak mengasihi yang lebih muda, dan tidak tahu hak orang alim﴿
ليس منا اى من المسلمين الا تسميه و صورن
o   Bukan termasuk golongan kita kaum muslimin kecuali nama dan gambarnya saja.
o   Jadi seorang muslim jangan membanggakan diri, jangan melihat kemampuanmu.
o   Kita harus mengutamakan khusnudzon dengan orang muslim.
o   Tidak masuk surga pengadu domba, tetapi dia akan masuk surga selepas dari neraka.
o   Menghormati yang lebih tua merupakan bagian dari akhlaq islam.
لما خص الله به السبق فى الوجود ويحرالامور
o   Asam garamnya hidup, mereka (orang tua) punya hak untuk dihormati. Dengan orang tua kita punya hak untuk berbakti.
o   Ada sebuah hadits :
مامن شاب الكرم شيخا السنه الا قيض الله له من يكرمه عند سنة
Seorang pemuda memuliakan orang tua karena umurnya tua, maka ketika pemuda itu sudah tua maka akan dihormati oleh pemuda yang lain.
Terjemah hadits lain :
“Tuanya orang memang layak untuk dihormati asalkan amalnya baik”.
o   Berbuat kasih sayang kepada semua orang karena semuanya adalah makhluq Alloh yang punya hak untuk dihormati. “Yang membuat orang simpati adalah akhlaqnya”.
o   Alloh tidak menilai perbuatan orang kafir juga perbuatan orang muslim yang riya’.
...فانك اذا فعلت نحح سعيك وسما جدك
o   Jika kamu hidup dan punya masalah berarti Alloh memberikan jalan keluar.
o   Harus menghormaati orang tua itu :
·         Karena hak tuanya,
·         Untuk anak kecil punya hak untuk kasih sayang kita karena anak kecil itu lemah dan belum punya dosa.
Orang idiotpun punya hak untuk disayangi. Jika ingin hidup kita lancar dan berkah berbuat kasih sayanglah kepada orang lain
o   Do’a penjaga diri dari mara bahaya :
اللهم انى اسالك واقية كواقية الوالبى
Bentuk kasih sayangnya Alloh kepada anak kecil adalah tidak adanya beban ibadah sampai baligh.
o   Rosululloh SAW bersabda.
عرامة الصي فى صغىره زبادة فى عقلة فى كبره
Nakalnya anak kecil sewaktu kecil justru menunjukkan tambahnya akalnya waktu besar
o   Setiap anak punya rasa manja.
وَيَعْرِفُ لِمَا لِمِنَا حَقَّهُ
Orang punya ilmu, punya hak untuk dihormati.
o   Firman Alloh dalam Al-Qur’an surat Al-Mujadilah 11
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ وَإِذَا قِيلَ انشُزُوا فَانشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
“Wahai orang-orang yang beriman! apabila di katakan kepadamu “Berilah kelapangan didalam majelis”, maka lapangkanlah, nidcaya Alloh akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan “Berdirilah kamu” maka berdirilah niscaya Alloh akan mengankat (derajat) orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat dan Alloh maha teliti apa yang kamu kerjakan.”
o   Berbicara tentang ilmu dan Nubuwah bedanya hanya satu strip
النبوة
العلم
(اذااتكم كريم قوم فا كرموه) روه الطبرانى
(kalau datang kepada kalian dari kaum (teman) maka muliakanlah)
“Orang yang punya ilmu dituntut untuk tawadhu’”
Taklim : Jalaul Afkar
Oleh : Binti Fitriyah


Etika kepada orang tua, orang muda, dan orang alim
https://rosyarachmania.wordpress.com